Berita

Persiapan Pelaksanaan Peraturan Gubernur Mengenai Taxi Online

Selasa Kliwon, 30 Mei 2017 11:03 WIB 1314

foto
Persiapan Pelaksanaan Peraturan Gubernur Mengenai Taxi Online

Yogyakarta- Taksi online adalah babak baru untuk moda transportasi di Indonesia. Adanya taksi online masyarakat pengguna jasa angkutan khususnya taxi tidak perlu repot pergi ke jalan untuk memanggil taksi cukup lewat aplikasi di smartphone pengguna jasa  bisa dapat memesan taksi online dinama saja dan kapan saja.  Namun, kehadiran taksi online membuat konflik horizonal dengan taxi konvensional. Taksi konvensional melayangkan protes dengan aksi demonstrasi untuk menolak taksi online.

Tuntutan pengusaha dan sopir taksi Konvensional menuntut untuk kepada pemerintah untuk melarang taksi online beroperasi. selain pendapatan sopir taksi konvensional turun sejak adanya taksi online  Taksi online belum bisa di katakan transportasi. Karena taksi online  masih menggunakan mobil pribadi dan tida mempunyai badan hukum. Guna mencegah perseteruan dari  kedua belah pihak  pemerintah melalui peraturan gubernur siap mengatur taksi online lewat sebuah regulasi. Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X akan menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) terkait dengan permasalahan tersebut. Langkah penerbitan Pergub itu diklaim telah mendapatkan izin dari pemerintah pusat. Pergub tersebut diterbitkan setelah hasil revisi Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 32 Tahun 2016 yang mengatur moda transportasi online.

Selasa, 30/05/2017 bertempat di ruang rapat Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta. Dinas Perhubungan Daeran Istimewa Yogyakarta melakukan Persiapan Pelaksanaan Peraturan Gubernur Mengenai angkutan angkutan sewa khusus (taxi online). Pada rapat kali ini dihadiri oleh Drilantas Polda DIY, Kabid Angkutan Dishub DIY, Perwakilan Dinas Perhubungan dari masing-masing kabupaten tak terkecuali Dinas Perhubugan Kab Bantul yang di hadiri oleh kasi angkutan Sebastiao DJF, S.Sos, P3tsp DIY, Dinas perijinan dari masing-masing  kabupaten. diharapkan dengan adanya peraturan gubernur ini antara taxi online dan konvensional bisa berjalan beriringan sehingga akan berdampak pada meningkatnya pengguna transportasi.